Lumajang harus bangga, karena kesenian Jaran Kencak ini masih ada. Bahkan, di beberapa desa, seperti Klakah, Ranuyoso, Kalipepe, Kedungrejo, Yosowilangun dan sejumlah desa lainnya, Jaran Kencak menjadi pertunjukkan yang masih diminati masyarakat. kesenian yang menggunakan Kuda sebagai hiburan.
Untuk bisa tampil atraktrif, kuda – kuda kencak ini dilatih khusus untuk melakukan gerakan tarian, berputar-putar sambil mengangkat kedua kakinya. Tinggal menunggu perintah saja, jaran – jaran ini sudah berkencak-kencak. Pertunjukan Jaran Kencak ini, biasanya juga berfungsi sebagai tradisi pelepasan nadzar bagi seseorang dengan tata cara dan perilaku secara turun-menurun.
Sedangkan, alat musik yang digunakan diklasifikasikan menjadi dua yaitu seperangkat gamelan Jawa yang digunakan saat berada di stage /arene dan seperangkat Gamelan Kenang Telo (Madura) yang digunakan saat pembukaan dan arak-arakan. Irama atau lagu yang dimainkan adalah gending- gending Madura seperti Sarka’an, Giro seronen, loro-loro, dll.
Sumber : jawatimuran.wordpress.com
Home »
Seni Budaya
» Jaran Kencak, Kesenian Lumajang Asli
Jaran Kencak, Kesenian Lumajang Asli
Written By Kilas Posts on Thursday, 14 February 2013 | February 14, 2013
Labels:
Seni Budaya






Post a Comment